Saat hati merintih kesedihan
Saat hati menahan peritnya kelukaan
Saat hati menangis keesakan
Saat hati merasa tiada harapan
Hanya air mata yang mampu dititiskan
Bibir tergamam ,terkelu , terkunci
Hanya membisu seribu bahasa
Merintihnya dia di dalam hati
Tetapi tidak terungkap di bibirnya
Betapa sakitnya luka yang ditanggung
Hingga membuat dirinya putus harapan
Saat dia merasa tiada yang memahami dirinya
Pencipta-Nya mengutuskan insan buatnya
Insan yang menghulurkan tangannya
Membawa dirinya ke sinar bahagia
Mengajar dirinya erti kehidupan
Mengajaknya mendekatkan diri kepada Pencipta
Memberinya harapan untuk teruskan hidup
Pesanan insan itu buatnya,
Nyawa ini bukan milik kita
Tubuh ini bukan milik kita
Harta ini bukan milik kita
Senang , mewah bukan milik kita
Semuanya hanya sementara , pinjaman semata
Tetapi amalan yang akan diambil kira
Hanya itulah hak yang kita ada
Pesan itu, telah disemat di sanubarinya
Semakin terpancar keceriaan diwajahnya
Semakin tenang rasa dihati
Kini, dia semakin kuat menempuh dugaan
Semakin tabah hadapi ujian
Dia kini , bukanlah seperti yang dulu
Dia kini, memberi harapan pada insan lain pula
Cuba menuntun tangan insan lain
Agar bersama mencapai sinar bahagia
Agar bersama siap sedia
Menyediakan bekal untuk menghadap Pencipta-Nya nanti
-nsr-
-nsr-
Tiada ulasan:
Catat Ulasan